Ulangan Harian ke 02 Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII untuk Materi Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan dapat di mulai dengan klik disini
Sample Text
Social Icons
Senin, 30 Oktober 2017
ULANGAN HARIAN KE 02 IPA FISIKA KELAS IX
Jumat, 08 September 2017
DI BALIK MEJA KERJAKU
Di balik meja kerjaku
Ku duduk diam menarik nafas panjang
Sejenak ku tahan
Dan kuhembuskan secara perlahan
Ku lakukan berulang
dan terus berulang
Catatan - catatan harian
Kembali ku buka secara perlahan
Kucermati dan kurenungi maknanya
Ku tarik makna dibalik goresan - goresan itu
Catatan untuk angin
Kembali ku resapi
Mungkin saat ini aku harus diam
Diam dan terus diam
Tanpa harus mengingatkan
Tanpa harus mengeluarkan nada tinggi saat bias itu ku sua
Mungkin saat ini
Ku harus tenggelamkan diriku pada duniaku
Ku harus larutkan diriku pada kesibukanku
Kamis, 03 Desember 2015
Tahukah kau angin
Tahukah kau angin
Kini ku hanya lah sebatang pohon trembesi yang mulai menua
Yang kian merapuh
Yang kian melemah
Tahu kah kau angin
Kini Ku hanya lah sebatang pohon trembesi yang kian renta
Untuk berdiripun ku tiada bisa tegak lagi
Apalagi untuk menopang ranting dahan yang rimbun dan melebat
Ini semua ....
Lantaran perakaranku yang telah terpangkas
Dan dahan - dahan kuatku telah terpatahkan
Tahu kah kau angin
Bahwa tiada kuasa nya aku berdiri menopang beban tubuhku
Tiada kuasa nya diriku menopang ranting dahan yang kian rimbun dan melebat
Itu berpengaruh kuat pada kehidupanku
Pada pandangan ku
Aku tidak akan menyalahkanmu wahai angin
Pabila tangan lembutmu yang biasa membelai dahan dan dedaunan kini mulai menyurut
Menjauh
Dan pada akhirnya hilang di telan cakrawala
Tanpa ku tahu di mana hembusanmu lagi
Saat langit hitam kelam karena hilangmu
Aku pun harus tetap berusaha berdiri
Walau dengan perakaran yang telah terpangkas
Dan dahan - dahan kuatku yang telah terpatahkan
Angin ....
Kau berhak mendapatkan yang lebih
Karena kesempurnaan ada pada dirimu
Selasa, 12 Mei 2015
SAYAP - SAYAP PATAH
Puisi Kahlil Gibran tentang Patah Hati – Sayap-sayap Patah
Kahlil Gibran. Lantaran kisah cinta pertama Kahlil
Gibran kandas ditengah jalan karena perbedaan kasta dan derajat, maka
terciptalah puisi patah
hati karya kahlil gibran berjudul“Sayap-sayap
Patah” yang sangat menyentuh hati.
Dari pengalaman kegagalan cinta pertamanya tersebut, membuatKahlil Gibran jadi anti dengan adat perkawinan yang
terlalu mementingkan kasta dan derajat di negaranya tersebut (Lebanon). Berikut
adalah bunyi puisi
kahlil gibran tentang patah hati yang berjudul Sayap-sayap patah.
Mengapa dia
menciptakan rasa sayang dan rindu
Didalam hati ini..
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat..
juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat..
juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira
Mengapa dia
menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada..
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada..
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…
Wahai
ilalang…
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini..
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga..
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini..
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga..
Bisikanmu
mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia..
Menghargai apa arti cinta…
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu….
Disudut hati yang beku…
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan ….
Sebelum hilang di terpa angin…
Sambil terduduk lemah….
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingin ku rengkuh…
Menunggumu dengan setia..
Menghargai apa arti cinta…
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu….
Disudut hati yang beku…
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan ….
Sebelum hilang di terpa angin…
Sambil terduduk lemah….
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingin ku rengkuh…
Ku gapai
kepingan di sudut hati…
Hanya bayangan yang ku dapat….
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah..
Hanya bayangan yang ku dapat….
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah..
Tertusuk
duri-duri yang tajam….
Hanya bisa meratap….
Meringis..
Mencoba menggapai sebuah pegangan..
Hanya bisa meratap….
Meringis..
Mencoba menggapai sebuah pegangan..
Di copy dari : http://orb.web.id/puisi-patah-hati-sayap-sayap-patah.html
Dibalik Jendela Ruang kerjaku
Di balik jendela ruang kerjaku
Kulihat untaian warna yang beraneka
Merah
Biru
Kuning
Pelangi
Bahkan ada pula warna abu - abu
Di balik jendela ruang kerjaku
Kulihat aroma masam
dengan saputan rasa yang mampu menorehkan luka
Menggoreskan nestapa
Dibalik jendela ruang kerjaku
Sering kali kulihat dominan warna ke abu - abuan
Yang tiada pernah ku tahu apa sebenarnya maksudnya
Dibalik jendela ruang kerjaku
Kulihat warna hitam dengan saputan warna merah
Merah yang menghembuskan bara yang siap menghanguskan akan apa yang di lalui
Meluluh lantakkan apa yang di terjangnya
Merah berpadu dengan hitam legam
Di balik jendela ruang kerjaku
Kulihat warna pelangi
Yang melambangkan keindahan dan pesona
Dibalik jendela ruang kerjaku
Ku selalu merenung akankah ku mampu ada warna pelangi di hari depanku
Karena acap kali kulihat saputan warna yang beraneka
ada abu - abu
bahkan merah dengan saputan warna hitam
Senin, 02 Maret 2015
PUISI UNTUK ANGIN
Angin ...
Ku tiada kan pernah menyalahkan dirimu pabila saat ini kau tiada lagi berhenti
Sejenak tuk menemaniku meminum kopi hitam kental dengan saputan rasa manis yang tidak teramat di gubuk kecil yang pernah kita bangun bersama di dasar lembah ini.
Ku tiada kan pernah juga menyalahkanmu pabila saat ini kau tiada lagi menemaniku berjalan di ujung halaman tuk menghirup aroma bunga melati yang kita tanam bertahun - tahun yang lalu di dasar lembah ini.
Ku tiada kan pula menyalahkanmu pabila saat ini kau tiada lagi membelai wajahku dengan hembusanmu saat ku selesai menyiangi rerumputan yang kian lebat di dasar lembah ini.
Tiada kan pernah
Dan tiada kan pernah menyalahkanmu
Angin ...
Ku tidak berharap banyak kepadamu tuk bisa berhenti sejenak di lembah yang pernah kita tinggali bersama. Lembah yang memberikan warna pelangi saat senja kian memerah dalam saputan gerimis kecil. Lembah yang pernah menorehkan riak - riak kecil yang kita arungi sambil merajut asa tuk masa depan.
Angin
Ku sangat faham bahwa kau penuh pesona dipadu terlebih saat hembusan angin kau tiupkan ke setiap dasar lembah
Akan tetapi aku juga mengetahui bahwa kau selalu saja berpindah dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.
Akan tetapi aku juga mengetahui bahwa kau selalu saja berpindah dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.
Berpindah
Dan selalu berpindah dari lembah yang satu ke lembah yang lain
Langganan:
Postingan (Atom)
-
PEMBIASAN CAHAYA ( REFRAKSI ) Pembiasan Cahaya ( Refraksi ) adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya ketika memasuki medium lain y...
-
PENGERTIAN - PENGERTIAN DASAR : Daya Akomodasi Daya akomodasi mata adalaha kemampuan lensa mata untuk menebal (cembung ) atau meni...
-
Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua permukaan berdasarkan bentuk permukaannya. Lensa dibedakan menjadi enam macam, yaitu lens...


