Sample Text

DALAM KETIDAK SEMPURNAAN FISIK MAKA SAAT INILAH KU BERUSAHA BANGKIT, BERUSAHA BERJALAN DENGAN KEDUA TONGKAT DAN PADA SAATNYA NANTI KU AKAN BERLARI KENCANG SEKENCANG KENCANGNYA

Social Icons

SAAT KAKI KANANKU TIADA KUASA TUK MELANGKAH, KEDUA TANGANKU TIADA KUASA TUK DIGERAKKAN DAN PUNDAK KANANKU TIADA KUASA TUK DIANGKAT, MAKA DI SITULAH AKU TERTIDUR
Tampilkan postingan dengan label hari hariku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hari hariku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2011

Catatan Harianku


Jam di dinding menunjuk angka 18.40
Aku masih saja duduk di depan Laptop, memandangi kursor yang berkedip – kedip seakan memintaku tuk segera memainkannya tuk membentuk ragkaian kalimat. Fikiranku melayang, menghitung jejak – jejak kaki yang telah bergeser.
Akhir – akhir ini kurasakan tubuhku kian melemah. Sepulang kerja, kubaringkan tubhku di ruang tamu, hanya sekedar tuk melepas penat setelah perjalanan sekitar 60 km pulang pergi.
Aku bertanya pada diriku sebenarnya apa penyebab semua ini. Yang penyebab kelalahan fisikku saat ini.
“Jarak tempuh yang 60 km pulang pergi di atas shogun merah dengan keadaan jalan naik turun dan menikung ?” Bisikku dalam hati
“ Apakah itu penyebabnya?” kembali tanya itu berkecamuk yang meminta minta tuk temukan jawaban.

“Yah, ini kopinya “
Segelas kopi hitam dengan saputan rasa manis yang tidak teramat kini telah terhidang di depanku, ditambah sepiring tempe kemul tentunya. Kuambil satu dan ku makan secara perlahan seraya memikirkan apa sebenarnya penyebab kelelahanku selama ini.

Senin, 28 November 2011

CATATAN DI PAGI HARI


Tiada yang istimewa di pagi ini. Semua datar. Tanpa gelak, tanpa gejolak.
Aku masih saja duduk di kursi sambil memandangi laptop. Pandanganku datar, tetap saja pada layar.Sementara kursor masih saja berkedip - kedip seakan - akan memintaku tuk menggerakkannya merangkai suatu kalimat. " Kalimat apa? ", tanya itu yang yang berkecamuk di dalam hatiku.

Aku tetap saja diam tanpa kutahu akan apa yang harus aku lakukan.

Kamis, 30 Juli 2009

15 TAHUN YANG LALU

Lima belas tahun yang sudah lewat
Selama delapan tahun kususuri jalan tuk menuju suatu daerah pelosok di mana pertama kali aku ditempatkan

Saat itu Maratama menghantarkanku meninggalkan Purworejo tuk menuju Salaman
Itupun hanyalah sesaat, Magelang, Secang, Bawen pun terlewati
Maratama pun berhenti di Semarang

Kuistirahat sejenak, sekedar melepas lelah, Itupun hanya sesaat
Selebihnya Indonesia membawaku meninggalkan Semarang tuk menuju Demak, di Kudus pun Indonesia hanyalah lewat.
Secara perlahan Indonesiapun meninggalkan Pati tuk menyonsong Juana.

"Taman Kartini - Taman Kartini" teriak kenek Indonesia
Aku bergegas turun,
Kupercepat langkahku tuk menuju pasar Atas Rembang, tempat di mana Mikrolet biasa ngetem.
Saae sore seperti ini, biasanya Patmo kan melewati pasar atas. Aku berdiri sesaat. Melihat kalo-kalo Patmo lewat. Bis tua yang seringkali membawaku dari Rembang menuju Blora.
Lima belas menit menunggu akhirnya Patmo Lewat. Setengah berlari, aku meloncat ke pintu. Kuraih pegangan.

Agak lengang, jadi kubebas tuk memilih tempat duduk. Kuambil dideret sebelah kiri di bangku nomor tiga dari depan. Sejenak ku hela nafas. Capek, Lelah aku rasakan setelah hampir lima jam aku duduk di atas bis menyusuri jalan dari Purworejo tuk menuju tempat tugasku Gunem, Rembang.
Sulang telah terlewati, sebentar lagi Mantingan tempat di mana Raden Ajeng Kartini di makamkan.
Hup, aku loncat dari bis yang berjalan perlahan. Songkelmereng.
Pinggir hutan Jati, suasana sangatlah sepi. Apalagi jam sudah menunjuk angka 15.00, lebihnya 20. Berarti tinggal ada dua openka[ yang kan berangkat ke desa Atas ( Pasucen, Timbrangan, Ngablak, Tegaldowo Suntri dan Dowan)

Dengan terseok karena penuh penumpang, openkap menyusuri hutan jati sepanjang dua belas kilometer menuju ke smp 2 gunem. Jalan tanah penuh batu yang berserakan senantiasa aku lalui sepanjang waktu.

Senin, 27 Juli 2009

Kelelahanku

Malam sudah begitu larut, bahkan sudah cenderung pagi. Jam di laptop tuaku dah menunjuk angka 00.59 menit. Hari telah bergeser, menempati Senin di minggu terakhir di bulan Juli. Aku baru saja selesai membuat dan menyusun serta mencetak Perangkat Pembelajaran, mulai dari RME, Promes, Prota, Silabus, RPP dan KKM tentunya. Tapi untunglah pekerjaan itu sudah aku simpan di laptop tuaku ini, hingga aku tinggal membenahi sedikit hal yang kurang pas.

Sebenarnya mata ini sudah sangat sulit untuk diajak kompromi. Inginnya tidur, karena memang aktifitas di minggu kemarin sangatlah padat dan melelahkan. Kerja Bakti. Merehap jalan setapak menuju ke tengah perkampungan. Jalan yang merupakan sarana dari dalam menuju ke Jalan raya. Tidak panjang memang, hanya sekitar dua ratusan meter. Tapi, walau hanya sepanjang 200 an meter, ternyata mampu membuat kami ( warga Rt. 02 Rw. 01 Broklin) cukup kelelahan and kecapekan. Pasalanya, semua dikerjakan secara manual. Mulai mengaduk semen, membawa, dan meratakan. Jelas tetap manual alias dengan tenaga manusia. ya..., namanya aja kerja sosial bersama.

Sebenarnya sangat bayak yang ingin aku tuangkan, akan tetapi hari sudah sangatlah pagi. Aku harus istirahat, karena memang besok aku harus berangkat pagi. Maklum Upacara Bendera.

Rabu, 22 Juli 2009

AKTIFITAS KESEHARIANKU

Saat itu jam 04.00.
Aku bangun, berjalan ke meja tuk mematikan kg 300 ku yang sejak sekitar setengah jam lalu berteriak-teriak menyuruh tuk menyentuhnya. Biasa, itu tugasnya setiap hari. Jadi aku tidak kaget dan memang harus aku lakukan. Menyentuhnya dan mematika alarmnya.

Kunyalakan lampu tengah, dan ku berjalan keluar tuk membuka pintu.
Udara dingin aku rasakan saat aku keluar dari ruang tengah menuju teras, Baju hangat semakin ku rapatkan. Dingin tetap saja memelukku. Kutarik nafas dalam tuk menetralisir rasa dingin yang menyergapku.

Adzan belum berkumandang. Sejenak aku berjalan ke luar menatap langit. Satu dua bintang masih tetap bersinar. Keadaan masih saja gelap. Hanya temaram lampu-lampu jalan yang menghiasi lorong-lorong di sepanjang jalan kampungku.Tidak seterang tentunya dengan lampu-lampu yang ada di jalan raya kota kecilku.
Suasana tetap saja sepi, seperti hari-hari yang lain.
Aktfitas belum juga tampak.

Lima belas menit kemudian kembali aku berjalan menuju ruang tengah. Kuyalakan laptop sejenak tuk melihat daftar kegiatan apa yang harus aku kerjakan hari ini. Kusimak satu demi satu tulisan yang terpampang pada layar LCD. Tidak ada yang istimewa. Rutinitas.

Jam 05.45
Mandi, sudah tentunya. Pakaian rapi. Soo pasti. Itu yang biasa aku lakukan sesaat sebelum aku nongrong di atas shogun 125 merahku yang senantiasa menemani di alur langkah dan hari-hariku tuk berangkat dan pulang dari kantor. Maklum jarak tempuh sekitar 60 km pulang pergi.

"Pit, ayo mangkat " ucapku sesaat arloji di tanganku menunjuk angka 06.15 menit. " Ya, yah"
sahut pipit.
Segera ku lajukan motor perlahan tuk mengantar pipit menuju sekolahnya. SMA 7 Purworejo tentunya.
"Pulang jam berapa ?" tanyaku sambil menerapkan dan merapikan tas punggung yang sesaat tadi di bawa pipit. Tas punggung yang berisikan laptop tua yang selalu menemaniku di kantor dalam mengerjakan tugas-tugasku.
" Jam 13.50 yah. Pipit di jemput yah "
" Insya Allah "

Kembali aku menyusuri Jalan di depan Kampus SMA 7, sesaat kemudian motor aku belokkan ke kanan menuju alun-alun purworejo. Motor tidak berhenti, terus saja melaju. Pasar Pagi terlewati, MTs terlampaui dan motor tetap saja melaju perlahan, meneghantarku tuk melanjutkan langkahku menuju Kantor.

GURAT MALAM