Sample Text
Social Icons
Rabu, 17 Agustus 2011
Senin, 15 Agustus 2011
Sabtu, 13 Agustus 2011
ENERGI
Perhatikan Peta Konsep berikut ini !
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja.
Satuan energi di dalam Sistem Internasional (SI) adalaj joule (J). Satuan energi di dalam sistem yang lain adalah kalori, erg, kWh (kilo watt jam)
Kesetaraan antara joule dan energi adalah sebagai berikut :
1 kalori = 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kalori
ENERGI MEKANIK
Dari peta konsep di atas, penulis hanya akan membahas 3 hal di bawah ini, yaitu :
1. Energi Potensial (Ep)
2. Energi Kinetik (Ek)
3. Energi Mekanik (Em)
Baiklah kita mulai dengan membahas pengertian dari :
1. Energi Potensial (Ep)
Energi potensial, adalah energi yang dimilki suatu benda karena kedudukannya. Jika suatu benda bermassa m, ditempatkan pada suatu tempat dengan ketinggian h, dan berada pada suatu tempat yang percepatan grafitasinya g, maka besarnya percepatan grafitasi dapat dirumuskan sebagai berikut :
Keterangan :
Ep = energi potesnial benda
m = massa benda, dengan satuan kg
g = percepatan grafitasi, dengan satuan m/s2
h = ketinggian, dengan satuan m
Penting!
Semakin tinggi suatu benda dari permukaan bumi,berarti semakin besar energi potensialnya, dan berlaku sebaliknya.
2. Energi Kinetik (Ek)
Energi kinetik adalah energi yang dimilki oleh suatu benda yang bergerak. Semakin cepat benda yang bergerak maka semakin besar pula energi kinetiknya.
Apabila suatu benda bermassa m, bergerak dengan kecepatan v, maka besarnya energi kinetik dapat dirumuskan sebagai berikut :
Dimana :
Ek = energi kinetik (J)
m = massa benda (kg)
v = kecepatan benda ( m/s)
3. Energi Mekanik ( Em )
Energi mekanik terdiri atas energi potensial dan energi kinetik. Dengan demikian energi mekanik :
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja.
Satuan energi di dalam Sistem Internasional (SI) adalaj joule (J). Satuan energi di dalam sistem yang lain adalah kalori, erg, kWh (kilo watt jam)
Kesetaraan antara joule dan energi adalah sebagai berikut :
1 kalori = 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kalori
ENERGI MEKANIK
Dari peta konsep di atas, penulis hanya akan membahas 3 hal di bawah ini, yaitu :
1. Energi Potensial (Ep)
2. Energi Kinetik (Ek)
3. Energi Mekanik (Em)
Baiklah kita mulai dengan membahas pengertian dari :
1. Energi Potensial (Ep)
Energi potensial, adalah energi yang dimilki suatu benda karena kedudukannya. Jika suatu benda bermassa m, ditempatkan pada suatu tempat dengan ketinggian h, dan berada pada suatu tempat yang percepatan grafitasinya g, maka besarnya percepatan grafitasi dapat dirumuskan sebagai berikut :
Keterangan :
Ep = energi potesnial benda
m = massa benda, dengan satuan kg
g = percepatan grafitasi, dengan satuan m/s2
h = ketinggian, dengan satuan m
Penting!
Semakin tinggi suatu benda dari permukaan bumi,berarti semakin besar energi potensialnya, dan berlaku sebaliknya.
2. Energi Kinetik (Ek)
Energi kinetik adalah energi yang dimilki oleh suatu benda yang bergerak. Semakin cepat benda yang bergerak maka semakin besar pula energi kinetiknya.
Apabila suatu benda bermassa m, bergerak dengan kecepatan v, maka besarnya energi kinetik dapat dirumuskan sebagai berikut :
Dimana :
Ek = energi kinetik (J)
m = massa benda (kg)
v = kecepatan benda ( m/s)
3. Energi Mekanik ( Em )
Energi mekanik terdiri atas energi potensial dan energi kinetik. Dengan demikian energi mekanik :
Minggu, 13 Februari 2011
SOAL - SOAL OLIMPIADE KIMIA
Olimpiade Kimia,
Dua kata yang unik namun serasa sulit bagi orang - orang yang tidak memahaminya, akan tetapi bagi mereka yang sudah terbiasa dengan soal - soal kimia, tiada yang tidak mungkin. Semua pasti bisa dan pasti bisa dikerjakan.
Browsing, itulah kegemaranku tuk mencari artikel - artikel yang menarik dan bisa aku tampilkan di blog ku. Langkahku terhenti di http://www.ico.web.id/ suatu website yang menyediakan soal - soal olimpiade kimia.
Aku ambil soal - soal tersebut dan aku tampilkan ulang dengan harapan soal - soal tersebut bisa bermanfaat bagi semua orang yang membutuhkannya.
Untuk mengundul soal - soal tersebut silahkan klik di link di bawah in, namun soal - soal tersebut dalam format pdf. Jadi untuk membacanya dibutuhkan Aplikasi Acrobat Reader :
1. Soal Teori 1 silahkan klik di sini
2. Soal Teori 2 silahkan klik di sini
3. Soal Teori 3 silahkan klik di sini
4. Soal Praktik 1 silahkan klik di sini
5. Soal Praktik 2 silahkan klik di sini
6. Soal Praktik 3 silahkan klik di sini
7. Soal Essay silahkan klik di sini
8. Soal OSN Kabupaten 1 silahkan klik di sini
9. Soal OSN Kabupaten 2 silahkan klik di sini
10. Soal OSN Profinsi silahkan klik di sini
Jumat, 04 Februari 2011
SOAL PERBAIKAN ULANGAN HARIAN I TIK
Bagi peserta didik SMP Negeri 1 Kepil Kabupaten Wonosobo yang tidak memenuhi nilai KKM pada saat Ulangan Harian I. Silahkan download paket soal Perbaikan Ulangan Harian I di bawah ini. Silahkan di cetak, dikerjakan dan dan dikumpulkan di Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas IX
Untuk mengunduh file soal ulangan Harian I dapat di klik di link berikut ini
Senin, 24 Januari 2011
Model-Model Pembelajaran
Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru.
Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.
Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.
Metode Role Playing
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:
Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.
1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.
2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.
3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.
4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.
Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:
1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
2. Berpikir dan bertindak kreatif.
3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:
1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.
Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.
Langkah-langkah:
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.
5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
Kelebihan:
1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.
2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain.
3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber.
Kekurangan:
1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai.
2. Membutuhkan banyak waktu dan dana.
3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini
Sumber : http://wijayalabs.wordpress.com
Kamis, 09 Desember 2010
ANALISIS ULANGAN HARIAN DAN DAFTAR NILAI
Langganan:
Postingan (Atom)
-
PENGERTIAN - PENGERTIAN DASAR : Daya Akomodasi Daya akomodasi mata adalaha kemampuan lensa mata untuk menebal (cembung ) atau meni...
-
PEMBIASAN CAHAYA ( REFRAKSI ) Pembiasan Cahaya ( Refraksi ) adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya ketika memasuki medium lain y...
-
Contoh 1. Sebuah benda diletakkan pada jarak 6 cm di depan cermin cekung dan bayangan yang terbentuk 30 cm dari cermin. Jarak foku...
